Jumat, 20 Juli 2012

DEAD ALLEY "Kata Adalah Senjata" - Juli 2012

Dead Alley adalah band thrash/hardcore/punk dari Semarang. "Kata Adalah Senjata", salah satu lagu dari mereka, membuat saya pengen bikin sebuah gambar yang dapat merepresentasikan lagu tersebut. Hasil yang saya posting memang tidak maksimal, mengingat tiadanya scanner di sekitar saya, maka hasil gambar saya ambil dengan kamera dari hape blekberi, dan diakhiri dengan sedikit editan di potosop dan koreldrow.


Media : Spidol di atas kertas kemudian disentuh potosop dan koreldraw

Kamis, 19 Juli 2012

Makna yang akan membakar angkasa raya

"Dan aku akan mempertemukan senjata dengan makna, agar mereka terbuai hingga senjata menjadi raga dari makna. Dan makna itu akan membakar angkasa raya." - Marlinda

Mbak Mar

Tanpa sengaja, -atau dengan sengaja deh kayanya-, saya membaca tulisan dari blog seorang bernama Marlinda, dan sok heboh sendiri dengan penggalan tulisan diatas. Perasaan "melawan" dari Mbak Mar sangat memuncak di tulisan ini tanpa mengurangi ke-manusiawian-nya, mengingat penggalan "mereka terbuai" adalah sebuah hal yang naluriah, lumrah, tapi butut pisan. Terbuai, terlena, adalah kehilangan kesadaran manusianya akan hidup dan hasrat kehidupannya. Sementara senjata, mungkin bagi penulis adalah apapun, seperti kata penyair/penyanyi Ani Difranco, "Every tool is a weapon if you hold it right". 

Nah, kalo ini penduduk Guadalkanal, Solomon yang bawa senjata

Mempertemukannya dengan sebuah makna, sebuah arti, adalah luapan hasrat mbak Mar untuk merepresentasikan persetubuhan makna tadi menjadi substansi dari senjata yang dapat meruntuhkan apapun ketika manusia mulai tercerabut dari kemanusiaannya, dan menjadi "terbuai" tadi. Dalam segala hal bahkan. Kalimat terakhir dari petikan di atas, "Dan makna itu akan membakar angkasa raya", mungkin dimaksudkan penulis bahwa substansi yang telah dipersenjatai tadi akan sakseis berhasil nguburin segala hal yang telah mengubur hasrat dan kehendak bebas sebagai manusia, setelah keterbuaian tadi terjadi. Gituh ceritanya.

Inimah bukan sok-sokan nge-kuratorin ato apaanlah, tapi nyoba ngegali arti dari penggalan tulisan yang berhasil mencuri perhatian saya.

Rabu, 18 Juli 2012

5 (lima) hantu lokal terpopuler versi YMYS

Waktu menulis ini, saya sedang berada di kamar kos saya dengan pintu terbuka pada pukul 2.21 dini hari. Dan kebetulan, sebelah -persis- kosan itu adalah sebuah pemakaman. Entah, berhubungan tidak, tiba-tiba pengen bikin yang kaya ginian. Coba deh, simak. Sepakat tidak sepakat, ya Domestik Doktrin.

5. Suster Ngesot

Ngesot aja susah, apalagi ngejar.
 
Hantu yang ini sebenernya gaulnya cuma berani di rumah sakit ya. Yah, namanya juga berlabelkan suster. Dan kasihan bangetnya, dia cuma bisa ngesot. Jadi, buat kalian yang males ngeliatnya, nggak perlu kok lari. Saya pikir dia tidak punya kemampuan buat ngejar kita. Kecuali, rekan sesama suster ngesotnya ngasih dia kursi roda buat ngejar kita.

4. Tuyul

Tuyul nggak selalu berujud orang kerdil dan botak kok

Apa sih istimewanya tuyul selain nyebelin ? Oke, tukang ngambilin uang yang kita nggak pernah tau kapan dia ngambilnya. Pas buka dompet, tiba-tiba selembar seratus rebuan raib !. Gosipnya, tuyul cuman bisa ngambil satu lembaran aja, bener gak sih ? Mungkin kadang yang disimpen di dompet itu kartu ATM, kartu debit, kartu kredit gitu aja. Tenang, tuyul gak pernah tau cara masukin pin di atm kok. Dompet mah simpen aja receh-receh seribu ato duaribuan aja. Aman. Cuman, yang perlu kalian tau, gambaran tuyul nggak selalu anak kecil atau kerdil dengan pala botak yang bikin kita pengen jitakin kepalanya.

3. Pocong

Ini yang oldschool, dikuburnya udah lumayan lama

Pocong pada ditakutin karena itu adalah manifestasi dari orang yang udah mati, terus idup lagi dengan kostum penguburan dengan kain kafan. Selebihnya, wajah pocong yang kadang tidak wajar, rusak, berbelatung adalah buat pocong yang udah dikubur lama, kalo masih ada gulungan kapas di hidung, dipastikan itu adalah pocong yang masih baru. Lompat-lompat aja mereka bisanya. Jadi, seperti halnya suster ngesot, mereka juga nggak akan bisa ngejar Usain Bolt.

2. Genderuwo

Kira-kira gini gambarannya deh, malu difoto sih dia

Wah kalo genderuwo lebih nonjolin tampilan dan kelebihan fisiknya buat nakutin orang. Badannya yang sangat terlihat "tough guy", bikin susah kalo mesti bertarung ama dia. Dan bulunya yang lebat-lebat itu memberi kesan kalo dia nggak pernah datengin perawatan kulit dan wajah. Kuku-kukunya juga nggak kerawat kok, panjang-panjang. Sekali-kai gunting kuku napa sih ya, biar kalo garuk-garuk enakan dikit. Kalo kata orang yang lagi ceng-cengan nih, "udah item, jelek, buluan, idup lagi !"

1. Kuntilanak

Foto kuntilanak ini yang paling klasik !


Ini dia perujudan hantu paling cihuy versi YMYS. Siapa orang juga setuju lah, mengingat yang tiba-tiba liat dia nongkrong di pohon dan cekikikan, dengan suara yang menyayat-nyayat. Dari Suzanna atau Julie Estelle yang cakep aja kalo di make-up in kuntilanak juga menjijikkan. Muka belepetan, mata melotot, kadang merah kadang putih, dan punya kelebihan ngejar korban ! Dengan kemampuannya terbang dari tongkrongannya dari atas pohon dan melesat cepat, Usain Bolt kayanya sekarang bakal menyerah. Fakk ! dia juga suka nangkring di atas lemari, tiba-tiba jalan di jalanan yang sepi, pokoknya skillnya paling komplit deh. YMYS memilih kuntilanak sebagai hantu yang paling trendi, dan kita tempatin di peringkat pertama !

Senin, 16 Juli 2012

Sambil naek becak dari stasiun tawang


Tidak sengaja, jeprat-jepret pake kamera hape blekberi gemini saya sewaktu perjalanan dari stasiun tawang, Semarang sambil naek becak. Faktor cahaya yang sangat mendukung sih kata si Ajom. Apapun lah, lumayan keren juga -kata saya sih-, kata kamu juga yak pasti ? :D

 


Senjata Rahasia - Juli 2012

Sketsa logo buat Senjata Rahasia, band hardcore/punk dari Bandung.

Media : Spidol di atas kertas






Ayo mulai berlari !


"Saya nggak berharap kok berat badan jadi turun, terus perut buncit saya jadi rata, hanya berharap ada "balancing" dalam pola hidup saya, yang -menurut saya pribadi- tidak sehat." - YMYS


Sabuga Hardcore

Serius. Sejak tahun 2010, setelah terakhir mengikuti kegiatan latihan salah satu agen beladiri terkemuka di kota Bandung, aku tidak pernah lagi berolahraga. Dalam artian berolahraga kaya yang orang bilang lho. Kalo olahraga itu angkat-angkat barang, naik-turun tangga, itu mah sering. Cuma sekali ding sekitar pertengahan 2011, seingat saya diajakin futsal sama Robot bareng anak-anak "Rude Bois Futsal Foundation", dan ya itu saya cuma maen oper bola, lari-lari dikit, dan lebih sering menjaga gawang, dan itu gak banyak gerak. Itu juga cuma sekali ikutan.

Rudebois Futsal Foundation

Kurun waktu 2011 adalah yang terparah dalam karier berolahraga saya. Bahkan untuk berjalan ke tempat yang sekiranya dekat untuk dijangkau, saya males buat jalan. Kadang naek motor, kadang naek mobil, kadang naek angkutan umum, tinggal duduk, sampai. Pokoknya nggak ada olahraga-olahraganya deh ! 


Bahkan buat nuntun motor mogok kayagini, saya udah kecapean

Berat bedan saya membengkak dalam kurun waktu itu, dari sekitar 68 kilogram-an, menjadi 82 kilogram pada awal 2012. Perut yang membuncit, bahkan membuat sekedar menalikan tali sepatu sangat susah, karena harus membungkuk, dan itu tertahan perut. Ditambah konsumsi kalori yang berlebihan, karbohidrat terutama, membuat badan saya terus membengkak, dan saya pikir ini akan sangat berpengaruh dengan masalah kesehatan saya, sekarang dan kelak. Dan benar saja, untuk sekedar berjalan karena ban motor bocor atau kehabisan bensin, saya udah ngos-ngosan. Nafas saya seperti habis, jantung berdetak sangat cepat, dan mata berkunang-kunang. 


Beruntung "dilatih" joging ama dua orang ini

Untung saya bertemu dua mahluk bejat bernama Dhany dan Ade, yang secara kebetulan berjumpa di gigs rangkaian tur band swedia, Eskatologia di Kafe Karamba. Ngobrol sana-sini, akhirnya kita bersepakat untuk melakukan joging ringan di Sabuga besok sorenya. Saya langsung mengiyakan, mengingat niat saya untuk memulai berolahraga semakin kuat, terutama olahraga kardio yang -katanya- dapat membuat tubuh manfaatin oksigen lebih maksimal. Saya memilih berolahraga di sore hari, karena asupan kalori menjadi energi untuk berolahraga di sore hari lebih banyak daripada di pagi hari, yang selain masih ngantuk, juga belum banyak mendapat asupan kalori yang menyebabkan mudah lelah.

Sore hari di Sabuga

Esok sore harinya, kita bertemu di Sabuga, sekitar pukul 4 sorean lah, waktu yang pas buat berlari ringan. Saya sempat khawatir -banget- mengingat olahraga kardio yang melibatkan kerja lebih jantung dan paru-paru  seperti berjalan jauh, joging, dan futsal bisa membuat hal yang saya jelaskan diatas terjadi. Nafas tersengal-sengal, jantung berdetak sangat cepat, dan berkunang-kunang.

Saya memulainya dengan sangat pelan-pelan, berjalan sangat santai mengitari lapangan Sabuga, sambil mencoba mempraktikkan teknik bernafas yang diajarkan oleh teman saya waktu kuliah sewaktu berjalan atau berlalri, Firmanda. Berbekal ilmu itu, meskipun tertinggal beberapa lap oleh Dhany dan Ade, -yang sepertinya telah terbiasa joging-, saya berjalan sambil mengatur nafas secara konstan. Tanpa pemanasan, saya lalu berjalan berkeliling sebanyak 2 (dua) kali putaran, dilanjutkan lari ringan 1 (satu) kali putaran. Awal yang cukup bagus, karena saya tidak merasakan apa yang saya khawatirkan sebelumnya.

Trek lari stadion Sriwedari, Solo

Besoknya saya berada di Solo. Sore itu, saya memutuskan untuk kembali memulai berlari ringan mengelilingi trek lari stadion legendaris di Solo, Stadion Sriwedari, selama kurang lebih 20 (Dua puluh) menit. Peningkatan lagi, bahkan cukup pesat. Saya bahkan tidak merasakan ngos-ngosan berlebihan. Sambil iseng-iseng mengambil foto stadion legendaris itu, saya terus berlari-lari kecil, kadang sedikit melakukan sprint di trek lurus. 


Nggak berharap kaya gini juga kok

Saya nggak terlalu berharap kok berat badan saya turun, terus perut buncit saya jadi rata atau six-pack, cuman saya berharap ada "balancing" dalam pola hidup saya, yang menurut saya pribadi, tidak sehat. Tidur nggak teratur, makan nggak teratur, kopi, konsumsi gula, soft drink, dan sebagainya. Semoga bisa terus meng-kontinyuitas-kan joging, dan membuat keadaan dan kesehatan tubuh saya jadi "balance". Itu aja kok.


OUT OF FOCUS - Juli 2012

Desain logo untuk Out Of Focus. Out Of Focus adalah sebuah kolektif kecil yang berupaya mengaplikasikan etos kerja kemandirian dalam kebersamaan dalam mengelola pendistribusian dokumentasi, juga merilis rekaman-rekaman musik, terutama rilisan musik band yang juga mengerjakan produksi musiknya dengan etos kerja kemandirian juga. (Baca: Do-it-yourself).

Media : Spidol di atas kertas